Contoh Pembelajaran Fiqih Kelas 7 Tentang Wudhu


A.       Kompotensi Inti
KI-3   : Memahami pengetauan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tau tentang dirinya,makhluk ciptaan tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya dirumah dan disekolah.
KI-4   : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

B.  Kompotensi Dasar
3.1 Menjelaskan tata cara berwudhu.

C.  Indikator.
1. Menjelaskan pengertian Wudhu’.
2. Menyebutkan rukun-rukun wudhu’.
3. Menyebutkan syarat-syarat wudhu’.
4. Mempraktekkan tata cara berwudhu’.
5. Menyebutkan hal-hal yang membatalkan wudhu’.

D.    Tujuan Pembelajaran
1.   Siswa mampu menjelaskan pengertian wudhu’.
2.   Siswa mampu menyebutkan rukun-rukun wudhu’.
3.   Siswa mampu menyebutkan syarat-syarat wudhu’.
4.   Siswa mampu mempraktekkan tata cara berwudhu’.
5.   Siswa mampu menyebutkan hal-hal yang membatalkan wudhu’.


E.    Materi  Pembelajaran

1.   Pengertian Wudhu’
Wudhu’ berasal dari bahasa arab, yaitu وضوء yang artinya bersih atau indah. Wudhu’ menurut syara’ bearti membersihkan anggota-anggota wudhu’ untuk menghilangkan hadast kecil dengan syarat dan rukun tertentu. Wudhu’ merupakan syarat sahnya shalat dan ibadah lainnya.
Perintah wudhu’ QS. Al-maidah ayat 6:
 “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki”.    
Dari Ustman bin Affan ra. Dia berkata : Rasulullah saw bersabda:
مَن تَوَضَأ فَأحسَنَ الوُضُوءَ خَرَجَتْ خَطَا يَاهُ مِن جَسَدِهِ حَتَّى تَخْرُ جَ مِنْ تَحـْتِ أَظْفَا رِهِ
“barang siap yang berwudhu dan membaguskan wudhunya, maka akan keluarlah dosa-dosa dari badannya, sampai-sampai ia akan keluar dari bawah kukunya”.
(HR. muslim dalam kitab at-thaharah).

2.      Rukun-rukun wudhu’
rukun adalah: ketentuan yang harus dipenuhi dalam melakukan suatu pekerjaan atau ibadah.
Rukun wudhu’ ada 6 yaitu:
a.       Niat: ketika membasuh muka.
b.      Membasuh seluruh muka.
c.       Membasuh kedua tangan hingga siku-siku.
d.      Mengusap sebagian rambut kepala.
e.       Membasuh kedua belah kaki sampai mata kaki.
f.       Tertip.

3.   Syarat-syarat wudhu’.
Syarat-syarat wudhu’ ialah:
1.      Islam.
2.      Tidak berhadats besar.
3.      Dengan air suci lagi menyucikan.
4.      Tidak ada sesuatu yang dapat menghalangi air, sampai ke anggota wudhu’.
5.      Mengetahui mana yang wajib dan yang sunah.

4.   Tata cara berwudhu’
Wudhu’ adalah cara bersuci untuk menghilangkan hadats kecil, adapun tata caranya sebagai berikut:
a.    Membaca basmallah, sambil mencuci tangan hingga sela-sela jemari.
b.   Berkumur-kumur dan membersihkan hidung tiga kali.
c.    Membasuh wajah, disertai dengan niat wudhu’
d.   Membasuh kedua tangan hingga siku-siku tiga kali.
e.    Menyapu sebagian kepala tiga kali.
f.    Menyapu kedua telinga tiga kali.
g.   Membasuh kedua kaki hingga mata kaki tiga kali.

5.      Yang membatalkan wudhu’.
Hal yang dapat membatalkan wudhu’ ada 4 macam, yaitu:
a.    Keluar sesuatu dari quburdan dubur, misalnya buang air kecil maupun besar, atau keluar angin dan sebagainya.
b.   Hilang akal sebab gila, pingsan, mabuk dan tidur nyenyak.
c.    Tersentuh antara kulit laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya dengan tidak memakai tutup.

d.   Tersentuh kemaluan (qubul dan dubul) dengan tapak tangan atau jari-jarinya yang tidak memakai tutup, walaupun kemaluannya sendiri.


Video Pertama Bacaan Niat Sebelum dan Sesudah Wudhu.
Jangan Lupa Baca Basmalah dulu.



Video Kedua Cara Berwudhu




Untuk Tugas Mandiri
Kerjakan Soal di bawah ini:

1.   Jelaskan pengertian wudhu’ baik menurut bahasa maupun menurut istilah !
2.   Sebutkan yang termasuk dalam rukun wudhu’ !
3.   Sebutkan yang termasuk dalam syarat wudhu’ !
4.   Jelaskan hal-hal yang dapat membatalkan wudhu’ !
5.   Tuliskan niat sebelum dan sesudah wudhu!

Dan kirimkan jawaban paling lambat 2 hari kemudian
ke email : gurufiqih@gmail.com

Dengan format judul: Nama Siswa_Tugas Fiqih_Kelas

MIN Habirau Sukses Jadi Tuan Rumah Pra RAT Kelda


Kandangan – MIN Habirau Tengah. Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Habirau Tengah Kecamatan Daha Selatan sukses menjadi tuan rumah pelaksanaan Pra Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2015 yang digelar Koperasi Pegawai Indonesia (KPRI) Keluarga Depertemen Agama (KELDA) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Senin (22/02/16) di salah satu ruang kelasnya.

Atas keberhasilan tersebut, Ketua KPRI Kelda, H.Muhammad Rusydi, BA secara langsung mengucapkan rasa terima kasih dan sanjungannya kepada madrasah yang terakreditasi A ini dihadapan seluruh anggotanya yang berasal dari Daha Selatan, Daha Utara dan Daha Barat.

 “Atas nama KPRI Kelda, kami sangat berterima kasih kepada pihak MIN Habirau yang kembali berkenan menjadi tuan rumah Pra RAT tahun ini. Jujur, MIN Habirau memang tuan rumah yang baik karena telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat baik” puji H. Rusydi.

Sementara itu, Kepala MIN Habirau Khairani, S.Ag usai acara berakhir menyatakan rasa gembira dan terima kasihnya karena  telah mendapat kepercayaan ditunjuk kembali menjadi tuan rumah acara Kelda. Baginya hal ini merupakan suatu kebanggaan yang sangat berharga yang didapatkan madrasahnya.

“Semoga kami bisa memberikan kesan yang baik kepada seluruh peserta acara. Dan jika terdapat kekurangan dalam pelayanan serta penyambutan yang kami berikan, kami mohon maaf,” ucap Khairani

Pada acara Pra RAT yang dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari karyawan KUA,  pensiunan Kementerian Agama dan para guru madrasah, termasuk dewan guru dari MIN Habirau tersebut ditetapkan sebanyak sepuluh anggota yang akan menjadi utusan untuk mengikuti puncak RAT KPRI Kelda yang akan dilaksanakan di Kandangan mendatang.


(Ref/Ft: Tim Humas)

MIN Habirau Lakukan Revisi DIPA Ke DJPBN


Kandangan – MIN Habirau Tengah. Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Habirau Tengah lakukan pengajuan Revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2016 ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPBN) Banjarmasin, Rabu (24/02/16).

Revisi DIPA tersebut terkait penambahan akun belanja pada pagu Dana BOS dan ralat rencana penarikan dana halaman tiga DIPA, sebagaimana arahan yang diberikan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Bendahara MIN Habirau, Sardani yang mengantar berkas usulan revisi tersebut menuturkan melalui surat yang bernomor MI.02/17.06/KU.00.1/015/2016 tertanggal 24 Februari 2015 dari pihaknya telah diterima di front office kantor DJPBN untuk diproses lebih lanjut.

“Alhamdulillah, berkas revisi yang kita bawa dinyatakan lengkap dan sudah diproses. Kami ucapkan terima kasih dan rasa salut untuk pelayanan DJPBN yang sangat baik dan cepat,” ucap Sardani.

Lebih lanjut ia menjelaskan revisi yang dilakukan pihaknya merupakan revisi yang kewenangan berada di Kantor DJPBN. Pasalnya tidak merubah Digital Stamp dan halaman satu dan dua yang ada  pada DIPA.

Jadi dalam tiga hari ke depan, kita tinggal menunggu ADK (Arsip Data Komputer) dan DIPA Petikan revisinya keluar di RKAKL DIPA online,” tambahnya.


(Rep/Ft: Tim Humas)