Kamabigus Beri Motivasi Kepada Kontingen Pramuka MIN 11 HSS


Kandangan-MIN 11 HSS. Jelang keberangkatan kontingen Pramuka MIN 11 Hulu Sungai Selatan (HSS) ke Ajang Wide Game yang diselenggarakan Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Daha Selatan, Kepala MIN 11 HSS Khairani, S.Ag kumpulkan para siswa yang tergabung dalam kontingen tersebut di ruang kerjanya, Sabtu (20/01/18).

Pada kesempatan itu, Khairani memberikan arahan dan motivasi kepada siswanya yang akan berlomba agar tampil dengan kemampuan terbaik sebagaimana hasil latihan yang telah mereka dijalani dengan begitu giat dan intens sebelumnya.

“Bapak yakin kalian mampu menunjukkan semangat dan kerja sama tim yang solid untuk menaklukkan segala tantangan di setiap pos persinggahan Wide Game yang ada nantinya.”, kata Khairani yang juga merupakan Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus).

Meski madrasahnya mempunyai tradisi juara di setiap lomba kepramukaan, Khairani tidak memberikan target khusus kepada siswanya. Ia hanya berpesan agar para siswa selalu menjaga kesehatan kondisi tubuh selama perlombaan berlangsung, karena lomba dengan konsep Wide Game seperti ini cukup menguras tenaga dan pikiran.

Sementara itu, Pembina Pramuka MIN 11 HSS Muhammad Noor mengungkapkan regu yang akan ia turunkan ialah Regu Melati dengan jumlah 10 anggota. “Hal ini sebagaimana petunjuk teknis lomba yang hanya membolehkan mengirimkan satu regu untuk masing-masing gugus depan”, kata M.Noor.

Adapun lomba tersebut rencananya akan dilaksanakan pada hari minggu besok tanggal 21 Januari 2018 dengan mengambil tempat di seputar kawasan Stadion H.M.Safi’I Kecamatan Daha Selatan.

(Rep/Ft : Ghifary)

Kamad : MIN 11 Siap Tunaikan Kewajiban Satker Likuidasi


Kandangan-MIN 11 HSS. Kepala MIN 11 HSS Khairani, S.Ag nyatakan kesiapannya menunaikan segala kewajiban sebagai Satuan Kerja (Satker) likuidasi. Hal tersebut disampaikan Khairani pada pertemuan yang diselenggarakan Seksi Pendidikan Madrasah dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Jum’at (19/01/18) di MIN 1 HSS.

Menurutnya sebagaimana arahan yang diberikan, MIN 11 HSS sebagai satker likuidasi  tahap ke-2 tidak hanya memiliki hak juga memiliki kewajiban yang harus diselesaikan, salah satunya melakukan  penutupan rekening yang dimiliki sebelumnya dan membuka rekening yang baru.

Dalam waktu yang tidak terlalu lama, kami akan melakukan penutupan rekening lama dan membuka rekening baru. Perubahan rekening ini hanya pada nama rekening, sedangkan jenis rekeningnya sama saja yakni berjenis giro.” kata Khairani usai pertemuan.

Acara tersebut merupakan pertemuan lanjutan dari pertemuan sebelumnya yang dilaksanakan di Aula Kantor Kemenag HSS beberapa hari yang lalu, dengan agenda seputar mekanisme penyelesaian hak dan kewajiban satuan kerja yang dilikuidasi.

Dalam arahannya Kepala seksi Penmad, Suhaimi, S.Pd.I, menjelaskan mekanisme pelaksanaan likuidasi mengikuti ketentuan sesuai PMK No. 272/PMK.05/2014 tentang Pelaksanaan Likuidasi Entitas Akuntansi dan Entitas Pelaporan pada Kementerian/Lembaga.

“Dan jika mengalami kendala dalam penyelesaian hak dan kewajiban satker likuidasi ini agar berkoordinasi dengan KPPN mitra kerja kita, dalam hal ini KPPN Barabai”, pesan Suhaimi


Di acara tersebut juga dibahas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.05/2016 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah Pada Kementerian/Lembaga, dan seluruh peserta yang hadir tampak antusias mengikuti acara dengan banyaknya pertanyaan untuk didiskusikan. (Rep/ Ft: Ghifary)

Ketua Kompas: Satker Likuidasi Tetap Menjadi Anggota


Kandangan - MIN 11 HSS. Ketua Komunitas Pengelola Anggaran Satuan Kerja (Kompas) Lingkup Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Salahuddin, S.Ag menyatakan satuan kerja (Satker) yang dilikuidasi tetap menjadi anggota Kompas HSS, Sabtu (13/01/18) pada pertemuan bulanan Kompas di MTsN 8 HSS.

Dalam sambutannya tersebut, Salahuddin mengungkapkan di tahun ini seluruh satker Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) yang berjumlah 20 buah MIN se-HSS resmi dilikuidasi, dimana pengelolaan anggarannya kini terpusat di Kantor Kemenag HSS. Sehingga status MIN tidak lagi menyandang sebagai satker.

Meski demikian, lanjut Salahuddin, tidak lantas menghilangkan peran bendahara dan operator yang ada pada MIN. Karena jabatan bendahara masih diperlukan dalam pengelolaan keuangan, yang semula disebut Bendahara Pengeluaran kini berubah menjadi Bendahara Pengeluaran Pembantu.

“Sedangkan aplikasi keuangan juga masih diterapkan, walau tidak sebanyak saat menjadi satker. Hanya tinggal beberapa aplikasi yang akan dipegang oleh operator MIN saat ini” ujarnya dihadapan para bendahara dan operator dari 33 madrasah yang terdiri 20 MIN, 10 MTsN dan 3 MAN.

Sementara itu, ditemui usai acara operator MIN 11 HSS Sanwari Hidayat, S.Pd.I mengaku senang pihaknya masih menjadi bagian dari keluarga besar Kompas HSS dan masih bisa mengikuti segala kegiatan organisasi yang dibentuk sejak tahun 2014 ini.

“Di Kompas, kami tidak hanya saling berbagi info. Tapi juga solusi jika mendapat kendala dan kesulitan dalam pekerjaan kami” ujar Sanwari yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kompas


Pada pertemuan tersebut beragendakan mengenai persiapan penghapusan Barang Milik Negara (BMN) kategori rusak berat dengan menghadirkan dua narasumber dari Bagian Perencanaan dan Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag HSS. (Rep/ Ft: Ghifary)